/data/photo/2019/10/11/5da019c1c5713.png)
KOMPAS.com - Rencana besar Pep Guardiola untuk melakukan perombakan besar-besaran kepada skuad juara bertahan di Liga Inggris, Manchester City, kini pupus usai terkena sanksi UEFA.
Manchester City tengah jadi sorotan publik setelah UEFA mendakwa kubu Manchester biru telah melanggar regulasi Financial Fair Play (FFP).
Man City terbukti menggelembungkan pemasukan sponsor dan tidak kooperatif dalam proses investigasi badan tertinggi sepak bola Eropa tersebut.
Keuangan Man City diselediki UEFA menyusul bocoran email dan dokumen yang dipublikasikan majalah Jerman, Der Spiegel, pada November 2018 lalu.
Baca juga: Barcelona hingga Juventus, Penggemar Bicara soal Masa Depan Pep Guardiola
Salah satu dokumen yang bocor menyebut pemilik Man City, Sheikh Mansour, menyuntikkan dana prbadi melalui sponsor utama klub, Etihad.
Man City melawan dengan mengajukan banding kepada Pengadilan Arbitase Olahraga (CAS) tetapi banyak yang meragukan The Sky Blues bakal menang.
Alhasil, Man City dihukum larangan tampil di kompetisi antarklub Eropa selama dua thaun dan juga didenda 40 juta euro atau setara Rp 445 miliar.
Larangan bertanding di kompetisi Eropa akan membuat Pep Guardiola kesulitan merealisasikan rencananya untuk Man City di musim depan.
Baca juga: Permintaan Pep Guardiola kepada Messi: Bertahanlah di Barcelona
Dilansir BolaSport dari Express, Guardiola bersama direktur sepakbola Man City, Txiki Begiristain, berencana untuk merombak tim secara besar-besaran.
Pep Guardiola dikabarkan akan memburu beberapa nama seperti Jadon Sancho, Fabian Ruiz, Milan Skriniar hingga Nathan Ake pada bursa transfer musim panas nanti.
Pep ingin melakukan peremajaan skuat The Citizens untuk persiapan menghadapi kompetisi Liga Inggris 2020-2021.
Guardiola beranggapan bahwa beberapa pemain kunci sudah melewati performa terbaik mereka saat musim depan bergulir.
Baca juga: Masa Depan Pep Guardiola Diragukan Usai Man City Dihukum UEFA
Faktor usia menjadi alasan sang pelatih untuk segera membidik para pemain muda untuk memperkuat tim asuhannya.
Belum diketahui apakah rencana tersebut dapat direalisasikan oleh Guardiola pada bursa transfer musim panas nanti.
CLUB STATEMENThttps://t.co/ueMFeLFowu
— Manchester City (@ManCity) February 14, 2020
Sanksi berat yang dijatuhkan UEFA bisa membuat Guardiola lupakan rencananya dan memilih untuk hengkang dari klub.
Hukuman tersebut juga mampu membuat para pemain incarannya enggan untuk bergabung dengan tim yang bermarkas di Stadion Etihad tersebut. (Finky Ariandi)
Olahraga - Terbaru - Google Berita
February 16, 2020 at 11:30PM
https://ift.tt/2SADnoB
Gara-gara UEFA, Rencana Pep Guardiola untuk Man City Buyar - Kompas.com - KOMPAS.com
Olahraga - Terbaru - Google Berita
https://ift.tt/2UxZr29
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Gara-gara UEFA, Rencana Pep Guardiola untuk Man City Buyar - Kompas.com - KOMPAS.com"
Post a Comment